Oishii..

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Tempura

Tempura
Bahan
4 ekor udang, kupas , iris 3-4 irisan sisi perutnya hingga badannya lurus, rendam di air kapur sirih
ubi jalar, labu siam, lebih kurang 150 gr, potong-potong setebal 5 mm, rendam di air kapur sirih
terong 2 buah, potong potong setebal 5 mm

Adonan Celupan:
1 kuning telur kocok rata campur dengan air es hingga menjadi 200 ml , aduk rata. Tambahkan 1 cangkir/ 200ml  tepung terigu, aduk hingga rata.
Minyak goreng unuk menggoreng.

Saos : Campur dan aduk rata 3 sdm light soya sauce dan 3 sdm soya sauce, tambahkan 300ml kaldu dashi, dan 3 sdm cuka makan.
pelengkap : parutan daikon dan manisan jahe

Cara:

Panaskan minyak sayur, celupkan bahan gorengan ke dalam celupan. Mulai dari udang, dan seterusnya. Setelah gorengan berwarna kuning angkat, tiriskan , taruh di atas kertas saring. Hidangkan di atas piring dengan saos di mangkuk tersendiri dan pelengkapnya.

Advertisements
Leave a comment »

Nabemono

Nabemono berarti memasak dalam satu panci,itu berfungsi tidak hanya untuk kesederhanaan persiapan, tetapi juga untuk persahabatan.Makan bersama di meja makan  dari satu panci ini  menyenangkan bagi beberapa orang. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai variasi resep Nabemono.

Miso Butter Seafood
bahan:
1 ekor lobster
1 bungkus jamur shimeji
300 gr tiram kupas
cornstarch/maizena untuk melumuri oyster
1 buah tofu
100 gr brokoli
100 gr bunga kol
garam secukupnya

bahan kaldu:
1200 ml  kaldu dashi
100 gr miso putih (white miso)
40 gr red miso
20 gr haccho atau akadashi miso
2 sendokmakan butter
nira (kucai)

Cara :

1. potong potong lobster perbagian, pisahkan kaki dan kepala dari lobster,kepala dan kaki dimasak hanya  untuk diambil kaldunya bukan untuk dimakan.
2. Aduk oysters dengan tepung jagung/maizena menggunakan tangan, kemudian cuci bersih.
3. Kupas dan rebus taros/talas
4. Potong2 brokoli dan bunga kol  lalu rebus dalam air garam. Bersihkan jamur shimejidan potong-potong beberapa bagian.

Memasak di Meja:
5. Masukan bahan kaldu  ke dalam pot, tambahkan potongan lobster dan masak. Tambahkan juga oyster, talas dan tahu biarkan mendidih, tambahkan brokoli , bunga kol, jamur dan butter, terakhir taburi dengan irisan daun nira/ daun kucai.Atur meja dengan mangkuk-mangkuk kecil dan sebuah centong untuk menyenduk kuah kaldu.

Leave a comment »

Membuat Kaldu Dashi (Masakan Jepang)

Dashi, adalah bahan kaldu yang utama untuk soup ala masakan Jepang, dapat dibuat dengan beberapa cara. Yang paling simpel adalah dengan menambahkan dashi instant yang biasa di sebut dashi no moto. Cara lain yang lebih tradisional  membuat kaldu dashi , sebagai berikut:

cara 1

bahan:
1 liter air
1 lembar (lebih kurang 7 cm2 kombu)
30 gr katshuobushi
caranya:
1. masukan 1 l air ke dalam panci, tambahkan kombu , rebus lebih kurang 30 menit.
2. bila air mulai mendidih, keluarkan lembaran kombu dari air secara hati-hati agar kombu tidak robek dan pecah di air.
3. kemudian masukkan katshuobushi hingga mengendap di dasar panci, angkat dari kompor.
4. kemudian saring dengan pemyaring dari kain katun tipis  atau gunakan kertas saring.

cara 2:

bahannya sama
caranya :
rebus secara bersamaan air, kombu dan kotshuobushi sampai air mendidih, kemudian tambahkan lagi 10 gr katshuobushi . Lalu saring sengan kain katun tipis atau kertas saring.

Kaldu ini bisa disimpan di freezer dan digunakan saat diperlukan.

Catatan :

# Kombu   : adalah ganggang laut (rumput laut) umumnya dari spesies Laminaria japonica .

# Katshuobushi: adalah makanan awetan berbahan baku ikan cakalang (katsuo). Katsuobushi diserut menjadi seperti serutan kayu untuk diambil kaldunya yang merupakan bahan dasar masakan Jepang,  ditaburkan di atas makanan sebagai penyedap rasa, atau dimakan begitu saja sebagai teman makan nasi.

Katsuobushi yang sudah diserut tipis, berwarna coklat muda hingga merah jambu sedikit bening umumnya dijual dalam kemasan plastik. Katsuobushi sebagai penyedap makanan biasanya ditaburkan di atas hiyayako (tahu dingin), okonomiyaki dan takoyaki.  Katsuobushi yang sudah diserut disebut kezuribushi.

Leave a comment »